Sinergi Bangga Kencana, Bupati Karawang Tekankan Validitas Data dalam Pengentasan Stunting
Kab. Karawang,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Rapat Kerja Perangkat Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa pada Kamis (30/4/2026) guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga dan kependudukan. Acara yang berlangsung di tengah agenda padat pemerintahan ini menekankan pentingnya akselerasi program guna mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program, khususnya dalam penanganan stunting, terletak pada akurasi data. Ia meminta agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat memahami kondisi rill masyarakat hingga ke tingkat dusun. Lebih lanjut, Bupati Aep mendorong agar setiap program memiliki timeline pelaksanaan yang jelas agar intervensi yang diberikan kepada masyarakat, seperti program pendampingan keluarga, dapat berjalan tepat sasaran dan terukur. "Harus ada rencana tindak lanjut yang dikupas dari awal dan dikasih timeline pelaksanaan. Tentunya kita harus bekerja sama, harus super tim bukan superman," ungkapnya. Senada dengan itu, Plt. Kepala DPPKB Kabupaten Karawang, Imam Bahanan memaparkan tantangan yang dihadapi instansinya dalam mengampu Program Bangga Kencana. Saat ini, kata dia, pihaknya beroperasi dengan sumber daya manusia yang tergolong minimalis, yakni hanya didukung oleh 20 orang PNS dan sejumlah tenaga P3K. Meski dengan personel yang terbatas, ia merinci, capaian indikator kependudukan di Kabupaten Karawang menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan dukungan dari 5.637 orang kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta 618 Pos KB dan Sub Pos KB yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karawang. Salah satu prestasi yang disoroti adalah angka Total Fertility Rate (TFR) Karawang yang kini berada di posisi 1,99. Angka ini tercatat berada di bawah rata-rata nasional, yang menandakan bahwa rata-rata pertumbuhan penduduk di Karawang terkendali dengan rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga kurang dari dua orang. "Capaian terbaik kita adalah di TFR yang 1,99. Artinya, TFR kita di bawah nasional, di mana rata-rata anak satu sampai kurang dari dua. Kondisi peserta KB juga makin membaik dengan penurunan angka unmet need dari 13,8 persen menjadi 11 persen," ujarnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi turut memberikan apresiasi atas dinamika program di Karawang. Menurutnya, transformasi program dari sekadar gerakan KB menjadi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) memerlukan kolaborasi yang semakin kompleks. Indikator lain seperti Angka Prevalensi Kontrasepsi Modern (mCPR) di Karawang juga menyentuh angka 60,16 persen, sementara Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) berada di posisi 65,6 persen. Data-data ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pengasuhan anak dan kesehatan reproduksi. (Diskominfo)